
Program Studi S3 Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan parenting bersama TK Negeri Pembina Kota Gorontalo yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, dengan mengangkat tema “Pola Asuh Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang dan Pembentukan Karakter Anak Usia Dini.”
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog antara perguruan tinggi, satuan pendidikan, dan orang tua dalam membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pola asuh dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Program Studi S3 Pendidikan UNG dan TK Negeri Pembina Kota Gorontalo dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan anak secara utuh.
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Program Studi S3 Pendidikan UNG, Dr. Mohamad Zubaidi, M.Pd., hadir sebagai narasumber dan memberikan penguatan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Jauh sebelum anak mengenal guru dan ruang kelas, keluarga telah menjadi lingkungan pendidikan pertama yang memberikan pengalaman, nilai, kebiasaan, dan keteladanan kepada anak.
Orang Tua sebagai Pendidik PertamaPada masa usia dini, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, bahasa, sosial, emosional, moral, dan karakter berkembang melalui interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya.
Dalam konteks tersebut, orang tua memiliki posisi yang sangat strategis. Orang tua bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga memiliki peran sebagai pendidik pertama, pendamping perkembangan, pemberi teladan, sekaligus pembangun lingkungan emosional yang aman bagi anak.
Dr. Mohamad Zubaidi, M.Pd. mengajak para orang tua untuk melihat pola asuh bukan sekadar sebagai cara mengatur perilaku anak, melainkan sebagai proses membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Cara orang tua berbicara, memberikan perhatian, memberikan aturan, merespons kesalahan, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba merupakan bagian dari proses pendidikan yang berlangsung setiap hari.
Anak belajar dari apa yang mereka lihat dan alami. Ketika orang tua menunjukkan sikap sabar, menghargai orang lain, bertanggung jawab, dan mampu mengelola emosi, anak mendapatkan contoh nyata mengenai bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan.
Karena itu, keteladanan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter anak.
Pola Asuh Positif untuk Mendukung Tumbuh KembangPola asuh yang tepat perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, orang tua perlu membangun pemahaman bahwa proses perkembangan anak tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama.
Dalam menghadapi perilaku anak yang sulit diarahkan, orang tua perlu menghindari pemberian label negatif secara terburu-buru. Anak yang menangis, marah, atau menolak suatu aturan dapat saja sedang berusaha menyampaikan kebutuhan atau emosi yang belum mampu mereka ungkapkan dengan baik.
Hal tersebut bukan berarti semua perilaku anak harus dibiarkan. Anak tetap membutuhkan aturan dan batasan. Namun, aturan dapat diberikan dengan cara yang jelas, konsisten, dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Disiplin juga dapat dibangun tanpa harus menghadirkan ketakutan. Anak dapat belajar memahami aturan melalui pembiasaan, keteladanan, komunikasi, serta konsekuensi yang mendidik.
Dengan pola asuh yang positif, anak diharapkan dapat berkembang menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Pembentukan Karakter Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hariTema pembentukan karakter menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan parenting tersebut.
Karakter anak tidak terbentuk secara instan. Karakter tumbuh melalui pengalaman yang berulang dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan sederhana seperti merapikan mainan setelah bermain, mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, membantu anggota keluarga, menyelesaikan tugas sederhana, serta menjaga barang milik sendiri dapat menjadi sarana pendidikan karakter.
Dalam proses tersebut, orang tua memiliki peran penting untuk memberikan contoh.
Anak yang melihat orang tuanya menghargai orang lain akan belajar menghargai. Anak yang melihat orang tuanya bertanggung jawab akan belajar mengenai tanggung jawab. Anak yang dibiasakan berbicara secara santun akan memperoleh pengalaman tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik.
Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya disampaikan melalui nasihat, tetapi terutama melalui keteladanan dan pembiasaan.
Komunikasi sebagai Fondasi Hubungan Orang Tua dan AnakSelain pola asuh, komunikasi menjadi aspek penting dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Anak membutuhkan ruang untuk didengarkan. Orang tua dapat membangun komunikasi melalui berbagai aktivitas sederhana, seperti bermain bersama, membaca buku cerita, makan bersama, mendengarkan cerita anak tentang aktivitasnya di sekolah, atau menanyakan perasaan anak.
Komunikasi yang hangat dapat membantu anak merasa dihargai dan diterima.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya informasi yang dapat diakses anak, kedekatan antara orang tua dan anak menjadi semakin penting. Orang tua tidak hanya perlu mengetahui aktivitas anak, tetapi juga perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa aman untuk bertanya dan bercerita.
Dengan hubungan yang dekat, orang tua dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan arahan ketika menghadapi pengalaman baru.
Sinergi Perguruan Tinggi, Sekolah, dan KeluargaKegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026 tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan keluarga.
Program Studi S3 Pendidikan UNG memiliki peran dalam pengembangan dan penyebarluasan ilmu pendidikan. Sementara itu, TK Negeri Pembina Kota Gorontalo berada pada garis depan dalam memberikan layanan pendidikan kepada anak usia dini.
Pertemuan kedua pihak melalui kegiatan parenting menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman nyata yang dihadapi oleh orang tua dan satuan pendidikan.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena pendidikan anak tidak dapat berjalan secara optimal apabila sekolah dan keluarga bergerak sendiri-sendiri.
Nilai yang dibangun di sekolah perlu mendapatkan penguatan di rumah. Demikian pula, berbagai pengalaman yang dihadapi anak dalam keluarga dapat menjadi informasi penting bagi sekolah dalam memahami kebutuhan peserta didik.
Karena itu, komunikasi antara guru dan orang tua perlu terus dibangun secara terbuka dan positif.
Perguruan Tinggi Hadir Memberikan Kontribusi kepada MasyarakatKeterlibatan Program Studi S3 Pendidikan UNG dalam kegiatan parenting juga menjadi bagian dari implementasi peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya memiliki fungsi dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, pengetahuan akademik dapat dikomunikasikan kepada masyarakat dalam bentuk yang lebih praktis dan kontekstual.

Kehadiran Dr. Mohamad Zubaidi, M.Pd. selaku Koordinator Program Studi S3 Pendidikan UNG dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lingkungan akademik dengan masyarakat pendidikan.
Kegiatan parenting juga memberikan ruang kepada orang tua untuk berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Mempersiapkan Generasi Masa DepanAnak usia dini merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Apa yang diberikan kepada mereka hari ini akan menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk perkembangan mereka di masa mendatang.
Karena itu, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya diarahkan pada kemampuan akademik. Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial, emosional, moral, kemandirian, kreativitas, dan karakter.
Keluarga menjadi salah satu lingkungan paling penting dalam proses tersebut.
Setiap percakapan, setiap kebiasaan, setiap contoh yang diberikan orang tua, bahkan cara orang tua menghadapi kesalahan anak, dapat menjadi pengalaman belajar.
Inilah mengapa pola asuh perlu dipahami sebagai bagian dari proses pendidikan.
Membangun Karakter Dimulai dari RumahKegiatan parenting antara S3 Pendidikan UNG dan TK Negeri Pembina Kota Gorontalo pada akhirnya membawa pesan bahwa pendidikan karakter dimulai dari rumah dan diperkuat melalui sinergi dengan sekolah.
Orang tua tidak dituntut untuk menjadi sempurna. Orang tua juga merupakan pembelajar yang terus berkembang bersama anak.
Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk memahami kebutuhan anak, membangun komunikasi yang sehat, memberikan teladan, menetapkan batasan secara tepat, dan menciptakan lingkungan keluarga yang aman serta penuh kasih sayang.
Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua semakin memahami bahwa tumbuh kembang anak merupakan proses yang membutuhkan pendampingan secara konsisten.
Sementara bagi Program Studi S3 Pendidikan UNG, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi keilmuan dalam mendukung pendidikan masyarakat.

Sinergi dengan TK Negeri Pembina Kota Gorontalo diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Sebab, ketika perguruan tinggi memberikan dukungan keilmuan, sekolah memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, dan keluarga memberikan pola asuh yang positif, maka anak memperoleh lingkungan yang lebih utuh untuk tumbuh dan berkembang.
Pada akhirnya, masa depan anak tidak hanya dibentuk oleh apa yang mereka pelajari di sekolah, tetapi juga oleh nilai, kebiasaan, kasih sayang, dan keteladanan yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari rumah karakter dibangun, dari sekolah potensi dikembangkan, dan melalui sinergi bersama masa depan anak dipersiapkan.
Melalui semangat tersebut, Program Studi S3 Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo bersama TK Negeri Pembina Kota Gorontalo terus mendorong penguatan peran orang tua sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan, demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan pembentukan generasi yang berkarakter.
rapat dosen yang terjadi membahas tentang perkembangan mahasiswa di era AI sekarang ini